You are here: Halaman Utama Berita Peradin
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Search

Persatuan Advokat Indonesia

Berita Peradin

Audiensi PERADIN

E-mail Cetak PDF

PERADIN telah melakukan Audiensi dengan beberapa lembaga hukum yaitu antara lain:

 

Komisi Yudisial, audiensi dilaksanakan pada Senin, 10 Mei 2010

Komisi Hukum Nasional, audiensi dilaksanakan pada Selasa, 18 Mei 2010

Ombudsman Republik Indonesia, audiensi dilaksanakan pada Kamis, 3 Juni 2010

Mahkamah Konstitusi, audiensi dilaksanakan pada Selasa, 15 Juni 2010

Kejaksaan Agung, audiensi dilaksanakan pada Kamis, 12 Agustus 2010

 

Tujuan audiensi tersebut adalah selain untuk memperkenalkan Badan Pengurus Pusat PERADIN yang baru Masa Bakti 2009 - 2013 hasil KONGRES VII di Tangerang Banten, pada tanggal 16 - 17 Oktober 2009, juga untuk menyampaikan bahwa PERADIN akan aktif kembali melaksanakan kegiatannya sebagai organisasi advokat yang independen di Indonesia.

 

Terakhir Diupdate ( Kamis, 12 Agustus 2010 16:37 )
 

Peradin Ingin Selesaikan Konflik Advokat

E-mail Cetak PDF

Kemelut yang melanda organisasi advokat mendorong Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) untuk membantu mengatasi persoalan itu. Salah satu langkah yang dilakukan Peradin adalah mengadakan audensi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pertemuan ini dalam rangka mendorong penyelesaian kemelut dalam organisasi hukum dan kasus mafia peradilan," ujar Ketua Umum Peradin Frans Hendra Winarta seusai pertemuan di MK, Jakarta, Selasa (15/6).

Lebih lanjut menurut Frans, kemelut yang terjadi dalam organisasi advokat memicu Peradin untuk kembali aktif dalam proses penegakan hukum dan hak asasi manusia. "Peradin punya tanggung jawab moral untuk memberikan masukan terhadap isu konstitusional yang berkembang," paparnya.

Kemudian Frans menyatakan kemelut yang terjadi dalam organisasi advokat tersebut dapat dilihat dengan sikap organisasi advokat yang seolah-olah tidak mampu menghadapi praktik mafia peradilan. "Organisasi advokat diam seribu kata tentang Konstitusionalisme. Bahkan banyak advokat yang terlibat dalam praktik mafia peradilan," katanya.

Terakhir Diupdate ( Selasa, 27 Juli 2010 17:14 ) Selanjutnya...
 
Halaman 14 dari 14